Pada tanggal 27 Juli 2025, ITB Yadika Pasuruan menyelenggarakan dua kegiatan penting yang mempertegas jati dirinya sebagai kampus entrepreneur: ajang lomba lari Bangil Runway dan soft opening Toko Kopi Yadika. Kegiatan ini menjadi tonggak strategis yang menunjukkan bahwa kampus tidak hanya hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang hidup yang aktif, kreatif, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bangil Runway merupakan kegiatan lomba lari yang diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITB Yadika Pasuruan. Sebanyak 320 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur turut ambil bagian dalam ajang ini. Salah satu catatan menarik adalah keberhasilan peserta asal Banyuwangi yang meraih juara pertama dan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 2 juta. Juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh Rp 1,5 juta dan Rp 500 ribu. Kategori perempuan pun diberikan apresiasi yang sama.
Selain memberikan ruang kompetisi yang sehat, Bangil Runway juga mengusung misi sosial penting, yakni menumbuhkan kembali semangat hidup sehat di tengah masyarakat sekaligus membangun keterlibatan aktif antara kampus dan publik. Kampus membuka dirinya sebagai ruang yang inklusif dan bersahabat untuk semua kalangan.
Berbarengan dengan ajang lomba tersebut, kampus juga meresmikan Toko Kopi Yadika, sebuah unit bisnis kampus yang digagas sebagai inkubator kewirausahaan bagi mahasiswa. Unit ini bukan sekadar tempat menjual minuman, melainkan sarana pembelajaran praktik usaha secara langsung. Mahasiswa terlibat dalam berbagai aspek, mulai dari pengelolaan operasional, pelayanan pelanggan, hingga promosi digital. Selain itu, toko ini juga menjadi ruang kreatif yang terintegrasi dengan program podcast mahasiswa, memberikan ruang untuk berekspresi, berdiskusi, dan menyebarkan inspirasi.
Langkah-langkah ini merupakan pengejawantahan nyata dari visi kampus sebagai kampus entrepreneur. Rektor ITB Yadika Pasuruan, Dr. Anis Nusron, SE., M.M., menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan di kampus ini dirancang secara terstruktur dan progresif. Mahasiswa dibekali dengan mata kuliah Kewirausahaan 1, Kewirausahaan 2, dan Ekonomi Kreatif sebagai pondasi akademik yang mendukung pengembangan jiwa usaha. Lebih dari itu, para dosen pengampu mata kuliah ini merupakan praktisi yang telah menekuni dunia usaha secara nyata. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih aplikatif karena diperkaya dengan studi kasus dan pengalaman lapangan yang relevan.
Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk Pembina Yayasan, Bapak Habibi, SH., M.Kn., yang secara konsisten memberi perhatian dan dukungan terhadap pengembangan visi kampus. Beliau saat ini juga sedang menempuh pendidikan doktoral di Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang. Komitmen beliau menunjukkan bahwa pengembangan kualitas SDM di lingkungan kampus menjadi prioritas utama dalam membangun institusi yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Kegiatan Bangil Runway dan Toko Kopi Yadika tidak hanya menjadi ajang seremonial semata. Lebih dari itu, keduanya merupakan strategi membangun atmosfer kampus yang produktif dan menyatu dengan denyut nadi masyarakat. Bagi lulusan SMA/SMK di wilayah Pasuruan dan sekitarnya, kehadiran Toko Kopi Yadika menjadi inspirasi nyata bahwa kampus ini menyediakan ruang belajar dan praktik sekaligus. Sementara bagi para alumni, kegiatan ini menunjukkan bahwa lulusan ITB Yadika Pasuruan memiliki peluang dan kemampuan untuk membuka usaha sendiri dan menjadi bagian dari gerakan wirausaha muda di Indonesia.
Harapannya, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten, memperkuat identitas kampus sebagai pelopor pendidikan entrepreneur di tingkat lokal maupun nasional. ITB Yadika Pasuruan terus menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan, tidak hanya melalui pengajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui program-program nyata yang menyentuh masyarakat luas.
Dengan kolaborasi yang kuat antara mahasiswa, dosen, pimpinan kampus, yayasan, dan masyarakat, semangat entrepreneur bukan lagi sekadar visi, melainkan telah menjelma dalam praktik nyata sehari-hari. Dan dari kampus inilah, semangat kewirausahaan itu terus bertumbuh—mengakar kuat, dan siap memberi kontribusi lebih besar bagi bangsa.

Dr. Agus Andi Subroto
Ketua Dewan Redaksi ITB Yadika Pasuruan
Surabaya, 28 Juli 2025



